Senin, 24 Agustus 2009

seribu perahu kertas

1000 Perahu Kertas
gemerisik air dari relung-relung bebatuan...memecah heningnya senja....pelangi menemani kepak sang camar...semakin menambah kerinduan akan sebuah cinta di ujung penjuru....tanpa batas...
Sebuah perahu kertas terlihat tak mampu lagi berlabuh lebih jauh lagi menempuh ratusan mil perjalanan yang akan dia tempuhi…dia hanyalah perahu kertas yang tidak pernah menyesal akan semua perjalanan yang telah dia lewati, meskipun tertatih, terhempas namun tetap tegar menghadapi kerasnya angin laut yang terus menerpanya…melihat kelelahan yang terpancar, ribuan kilo perjalanan yang telah dia tempuhi pastinya perahu kertas tak sendiri menembus pulau tak berpenghuni…perahu kertas akan menjemput sebuah asa mencapai daratan tempat berlabuh…hanya saja badai tak pernah mau kompromi…hingga akhirnya perahu kertas memutuskan untuk menghentikan perjalanan, apalagi sudah banyak hal terindah yang berhasil dia temui, keajaiban2 yang membuatnya takjub, namun ketika perahu kertas mencoba untuk berhenti karena terlalu lelah perahu kertas tak mampu lagi menempuh samudra luas…perahu kertas telah kehilangan petunjuk dalam hidupnya tak tahu harus menyusuri luasnya samudra yg akan dia tempuhi, baginya sudah cukup rasa penat, letih, kecewa, dihempas ganasnya laut, terjalnya badai…toch dia akan beristirahat sejenak, mengumpulkan energi, atau bisa saja dia akan memutuskan tinggal untuk selama-lamanya dipulau yang baru, meski hatinya perih….
Jangan pernah berhenti!!! Sebuah teriakan terdengar dari kejauhan….aku tidak akan membiarkanmu berhenti sampai disini, jalanmu masih panjang…akan menjadi sia-sia perjalananmu selama ini…kamu bukan perahu kertas biasa, keyakinanmu, asa yang terpatri di hatimu begitu kuat ga akan ada yang mampu seperti kamu, yakinlah kamu pasti bisa…percayalah….aku akan membantumu menjadi pemandu, petunjuk untukmu. Ayo!!! Perkenalkan aku perahu Pinisi yang telah berpengalaman menjelajahi samudra…kita akan mengarungi samudra ini bersama-sama…ayolah….
Perahu kertas begitu semangat ketika masih ada secercah harapan, perahu kertas tidak pernah menyangka jika semua ini akan hadir dengan tiba-tiba…mereka berkenalan, saling share akan pengalaman yang telah mereka tempuhi, perahu pinisi begitu kagum akan keberanian perahu kertas…namun ketika perahu pinisi mengajaknya bergabung bersamanya agar perahu kertas tidak terlalu lelah mengarungi laut, karena perahu kertas begitu kecil, Ia khawatir akan keselamatan perahu kertas karena bagaimanapun perahu pinisi mulai menyanyangi perahu kertas, ia begitu cemas dan sangat mengkhawatirkan perahu kertas, namun perahu kertas mengatakan” aku bisa melakukannya, meskipun aku kecil dan terlihat tak berdaya namun aku ga mau dianggap Lemah, aku pasti bisa aku ga mau terlalu merepotkan perahu pinisi…kamu mau membantuku itu sudah sangat luarbiasa untukku, lagi pula aku ga mau terlalu berharap dan bergantung dengan orang lain, karena aku takut ketika aku tidak bersama mereka lagi aku akan sendiri tak mampu berbuat…
Sejak perkenalan pertama yang tak terduga, hubungan mereka semakin erat tak bisa dipisahkan, perahu pinisi tak pernah ingkar janji, dia selalu melindungi perahu kertas, dia selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk perahu kertas, meluangkan waktu untuk perahu kertas kala dia merasa sakitnya menghantam karam yg terjal, sakit banget…menjadi cahaya ketika bintang tak mau hadir dimalam hari, menjadi pelipur lara kala perahu kertas merasakan kesedihan yang tak terkira, entah mengapa beberapa bulan ini perahu kertas merasa putus asa, perahu kertas mulai tak mau tersenyum lagi, dan ini membuat perahu pinisi berusaha membuat agar perahu kertas tak pernah bersedih dan betapa bahagianya perahu pinisi ketika perjuangannya tidak sia-sia…untuk pertama kalinya ia melihat senyum yang sempuran dari perahu kertas…senyum yang teramat indah..senyum yang begitu sempurna…
Bulan telah mereka lalui tak terasa sudah hampir menjelang 1 tahun, perjalanan hampir berakhir semua tantangan telah mereka lalui, perahu kertas sudah begitu percaya bahwa perahu pinisi begitu tulus menjadi pelindungnya, perahu kertas merasa aman berada disamping perahu pinisi, hingga akhirnya dia menerima tawaranperahu pinisi agar mau beristirahat diperahunya agar perahu kertas tidak teralalu lelah…perahu kertas teramat bahagia, karena tanpa perahu kertas sadari ketika mengenal perahu pinisi lebih jauh dulu perahu kertas pernah memimpikan akan berjumpa dengan sosok perahu pinisi, dan Tuhan ternyata mendengar doanya..bahagianya perahu kertas…mereka seolah tak akan terpisahkan…ditengah perjalana perahu kertas berjumpa dengan sahabat2 perahu pinisi dan mereka juga sangat tertarik dengan pribadi perahu kertas,mereka selalu merasa luarbiasa ketika berjumpa perahu kertas…segala asa, rasa sakit, kecewa, luka yang teramat dalam telah mampu diobati oleh perahu pinisi, membuat perahu kertas merasa menjadi perahu kertas yang sesungguhnya…perahu kertas mampu menghilangkan kekecewaan ketika berlayar dengan bintang yang begitu dia percaya, sebenarnya perahu kertas tidak ingin berlayar lagi karena ia telah kehilangan petunjuk hatinya…namun kepercayaan hatinya mampu disembuhkan oleh ketulusan perahu pinisi membuatnya percaya bahwa masih ada yang masih bisa dipercaya….kepercayaan yang berhasil disematkan dihati perahu kertas….

Hingga akhirnya ketika perahu kertas sudah mampu melupakan kenangan pahit yang begitu sulit dilupakan luka yang teramat dalam…hingga akhirnya kepercayaan itu terapatri untuk perahu pinisi….namun… perahu kertas kembali tersentak dan terluka teramat dalam saat akhirnya dengan suara yang lirih perahu pinisi seakan-akan sulit mengatakan sebuah kalimat bahwa perahu pinisi harus pergi…karena ada sebuah perahu yang akan berlabuh diperahunya…akan ada sebuah perahu yang harus ia bimbing, akan ada sebuah perahu yang akan dia temani sebagai petunjuk jalan untuk selamanya…perahu kertas meneteskan air mata didalam hatinya…ia teramat kecewa, terluka teramat dalam, meskipun perahu pinisi tahu bahwa ia belum siap meninggalkan perahu kertas mengarungi samudra yang belum tertempuhi…ia tahu bahwa perahu kertas belum terlalu paham akan ratusan mil yang akan dilaluinya…

Perahu kertas tak mampu berkata, ia menangis teramat dalam…tak ada yang mampu menebak rasa luka dihatinya…perahu pinisi meninggalkannya ditengah samudera ketika dia sangat memerlukan nahkoda…ketika perahu kertas mulai yakin bahwa ia akan mampu menempuh ratusan mil tersebut…ketika perahu kertas mulai belajar untuk bisa kembali sepeti dulu, menjadi perahu kertas yang sesungguhnya…ketika perahu kertas memerlukan nahkoda untuk membimbingnya menjadi lebih baik, membimbingnya menuju pulau harapan, takkala ia menemukan petunjuk yang akan membawanya kepulau yang lebih baik…perahu pinisi mengingkari janjinya….perahu pinisi malah membimbing menjadi nahkoda, petunjuk arah untuk perahu yang sudah sangat mengerti akan jalan menuju pulau impian…membuat perahu kertas kebingungan ditengah samudra yang teramat luas, tanpa arah…membuat perahu kertas mencoba bangkit kembali mereka-reka meneruskan perjalanan yang harus diselesaikannya sendiri…belajar dari pengalaman, percaya bahwa perahu kertas memiliki kelebihan dan Tuhan lebih tahu bahwa perahu kertas akan mampu menyelesaikan perjalanannya dengan teramat sempurna…
Membuatnya belajar bahwa yang namanya hidup begitu banyak hal yang membuat siapa saja mampu ingkar janji…membuat luka terdalam disetiap hati…

*********
perahu kertas percaya bahwa ia bisa, dengan kejelian dan kegeniusannya, pengalamannya membuatnya mampu menempuh dan menjalani perjanalannya, meskipun ia begitu kecewa akan perahu pinisi yang pernah membuatnya bisa tersenyum kembali, dan yang membuat perahu kertas mau mengarungi luasnya samudera yang berjanji akan menjadi nahkodanya, yang membawanya untuk percaya akan keajaiban hidup, mengajarinya untuk melupakan kekecewaannya akan masa lalu, yang menyembuhkan luka dihatinya…
namun justru perahu pinisi yang membuatnya jatuh terhempas, membuat luka yanh teramat dalam yang perlu waktu yang lama untuk menyembuhkan luka itu…meninggalkan luka teramat dalam, meninggalkan kebencian yang sulit untuk dimengerti…menjadikannya orang paling sadis yang pernah kukenal, bagaimana tidak??? Bukan pengecut namanya ketika dia memberi petunjuk hanya setengah, membawa perahu kertas yang sudah teramat lelah ketengah samudra dan meninggalkannya sendiri tanpa arah, ketika perahu kertas mulai belajar akan seluk beluk perjalanan menempuh pulau impian justru dia menghempaskannya sendiri???

sekali-kali batu karang yang raksasa pun mampu pecah karena kemarahan ombak. Maka tak mungkin sekerat hati tak pernah retak, atau patah, padahal telah banyak badai yang membenturnya”
Seandainya aku sekerat hati, maka ia tak retak atau patah, tapi berdarah…
Aku yang memegang pisaunya, aku sendiri yang menyayatnya…
Lalu datang satu hati lain yang bersih, dan ia membawa jauh pisauku, tanpa melumuri hatiku terlebih dahulu, dengan ramuan penyembuh luka…serpihan-serpihan luka
Namun, aku membiarkan ramuan itu menunggu tanpa pernah terucap sebuah kata yang ia nanti…membiarkan angin membawanya pergi takkan kembali…

*****
perahu kertas berusaha tegar dan kembali mengisi relung hatinya dengan cinta bahwa ketika semuanya tidak mungkin…Cinta Tuhan yang akan mengalahkan keresahan dihati, membuat semua yang ga mungkin menjadi nyata…
tanpa disadarinya, dari kejauhan ada sebuah perahu besar dan kokoh yang mulai memperhatikan gesitnya perahu kertas, semangat dan ketegaran perahu kertas, Ia mengangap bahwa perahu kertas bukan perahu biasa, dan ia begitu mengagumi perahu kertas…ia berusaha menjadi the one bagi kertas mencoba menawarkan cinta, menjadi pemandu untuknya menjadi nahkoda untuk meneruskan perjalanan perahu kertas tanpa melihat akan luka masa lalu, beruaha meyakinkan perahu kertas…berusaha menghapus lara dimata perahu kertas, namun perahu kertas teramat letih, ia tak mau terjatuh untu kesekian kalinya, meskipun perahu Indah itu mengatakan bahwa berilah kepercayaan tidak semuanya akan menorehkan luka….perahu kertas tetap berlayar sendiri, namun ketegasan hati perahu Indah itu sempat membuatnya membuka sedikit pintu hatinya, namun akhirnya ia kembali bangkit dan ia tak mau bertumpu dan percaya lagi kepada yang lain…ia tak mau terluka, karena ia tak mau seperti dulu…ketika perahu sudah teramat lelah, hampir ia menyerah pada hidup tapi perahu pinisi malah menawarkan pulau impian, namun ia meninggalkannya tanpa arah ditengah samudera, lebih baik ia tinggal dan singgah dipulau terdahulu ketimbang harus menempuh perjalanan melawan kejamnya samudra untuk apa pulau impian itu jika ia harus meraihnya dengan mengores luka yang tak akan terobati…namun perjalanan sudah ditempuhi, bukan perahu kertas namanya jika ia akan kembali kebelakang…perahu kertas akan menyelesaikan perjalanan ini tanpa mau berhenti lagi dan biarkan perahu kertas mengarungi tanpa perlu perahu yang lain yang menjadi petunjuknya….karena ia tak mau rapuh untuk kesekian kali…karena Tuhan memilihnya untuk hadir kebumi bukan sebagai perahu kertas biasa…dan perahu kertas akan tersenyum dengan sempurna…dari jauh terdengar nyanyian ini…
*****
dengar suaraku untuk temani tidurmu
kan kulantunkan nada-nada yang indah
rasakan dunia ada di dalam hatimu
semoga esok kau terjaga dalam bahagia
bila hari ini tak seperti yang kau bayangkan
yang kau inginkan
coba pejamkan lah kedua matamu
lupakan apa yang terjadi
kan kuajak kau
melayang menjauh mendekati mimpi
menatap asa yang ada tanpa akhir
rasakan dunia ada didalam hatimu
semoga esok kau terjaga dalam bahagia*
*******
Hearing my voice to accompany your sleep
I will sing beautiful tone
feel the world to be in your heart
hopefully tomorrow you awakes deep happy
If today is not as one you imagines
one that you wants
attempt closes both of your eye
forget what happen
I will ask out you
flying goes away to approach dream
gazing hope whatever available endless…
hopefully tomorrow you awakes deep happy


gita gutawa: dengar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar